Selamat Hari Film Nasional 2022, Ini 8 Film Indonesia yang Penuh Inspirasi

Rabu, 30 Maret 2022 | 16:26 WIB   Penulis: Tiyas Septiana
Selamat Hari Film Nasional 2022, Ini 8 Film Indonesia yang Penuh Inspirasi

ILUSTRASI. Selamat Hari Film Nasional 2022, Ini 8 Film Indonesia yang Penuh Inspirasi. Tribun Jabar/Gani Kurniawan


KONTAN.CO.ID -Jakarta.  Setiap tahunnya tanggal 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional untuk mengapresiasi film-film khususnya film buatan anak Bangsa. 

Melansir dari situs Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, Hari Film Nasional diresmikan dalam Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1999. 

Tanggal 30 Maret dipilih tentu memiliki kaitannya dengan dunia perfilman Indonesia. Tanggal ini dipilih karena ditanggal tersebut film buatan orang dan perusahaan Indonesia pertama kali dibuat.

Untuk memperingati Hari Film Nasional 2022, berikut ini referensi film Indonesia yang penuh inspirasi dari Direktorat SMP Kemendikbud Ristek yang bisa ditonton remaja. 

Baca Juga: Bisa Dapat Biaya UKT Hingga Rp 12 Juta, Ini Syarat Daftar KIP Kuliah UTBK-SBMPTN 2022

Denias, Senandung di Atas Awan - 2006

Film pertama yang cocok ditonton oleh remaja adalah Denias, Senandung di Atas Awan.

Film ini mengisahkan tentang Denias (Albert Fakdawer), seorang anak laki-laki yang tinggal di kaki pegunungan Jayawijaya. Denias sekolah di sebuah pondok di atas bukit yang diasuh oleh Pak Guru (Mathias Muchus) yang datang dari tanah Jawa. 

Dengan melihat film ini, kita bisa melihat bagaimana Denias berjuang demi bersekolah. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias. 

Selain penuh inspirasi, kita bisa melihat keindahan alam tanah Papua melalui film ini. Film yang dirilis pada tahun 2006 ini juga pernah menyabet penghargaan dalam beberapa kategori pada ajang Festival Film Indonesia.

Laskar Pelangi - 2008

Selain Denias, Senandung di Atas Awan, film yang cocok ditonton saat Hari Film Nasional 2022 adalah Laskar Pelangi. 

Film yang diangkat dari novel berjudul yang sama karya Andrea Hirata ini sangat populer di tahun penayangannya. Film ini bercerita mengenai perjuangan anak-anak di Pulau Belitung untuk menempuh pendidikan. 

Meski menghadapi berbagai tantangan, namun Lintang, Mahar, Ikal, dan kawan-kawan berhasil mengukir prestasi yang membanggakan dengan mengalahkan anak-anak dari sekolah unggulan pada sebuah kompetisi. 

Film yang sangat menginspirasi ini menjadi film terbaik dalam ajang Asian Film Awards, Hong Kong serta film terfavorit pada Indonesian Movie Awards.

Garuda di Dadaku - 2009

Kita pasti sudah tahu jika olahraga sepakbola sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Film Garuda di Dadaku merupakan film hasil karya anak Bangsa yang berlatarbelakang dunia sepakbola.

Film ini menceritakan kisah seorang anak laki-laki bernama Bayu (Emir Mahira) yang berjuang meraih impian menjadi pemain bola profesional meskipun ditentang oleh sang kakek. 

Film ini dapat menginspirasi remaja untuk tidak pantang menyerah dan semangat untuk meraih impian di bidang apapun. Film besutan sutradara Ifa Isfansyah ini berhasil menang sebagai Film Anak Terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2009.

Hafalan Shalat Delisa - 2011

Film lain yang tidak kalah inspiratif dan menghibur berjudul Hafalan Shalat Delisa karya sutradara Soni Gaokasak. Film ini berlatarbelakang tragedi Tsunami yang terjadi di Tanah Rencong, Aceh, pada tahun 2004. 

Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Delisa (Chantiq Schagerl) tinggal di desa Lhok Nga, sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai Aceh yang harus kehilangan Ibu dan saudaranya dalam tragedi Tsunami tahun 2004. 

Bukan hanya itu, Delisa juga berdamai dengan kondisi dimana salah satu kakinya harus diamputasi. Meski berat, Delisa akhirnya mampu bangkit dari kesedihan dan melanjutkan kehidupannya. Film ini sarat akan nilai positif kehidupan dan nilai agama. 

Baca Juga: 2.085 Calon Mahasiswa Diterima ITB Lewat Jalur SNMPTN 2022, Ini Cara Daftar Ulang

Sokola Rimba - 2013

Ada banyak film Indonesia yang menceritakan kisah-kisah inspiratif berlatarbelakang pendidikan.Salah satunya adalah Sokola Rimba.

Film ini menceritakan seorang perempuan bernama Butet Manurung (Prisia Nasution) mengajarkan baca tulis dan menghitung kepada anak-anak masyarakat suku anak dalam, yang dikenal sebagai Orang Rimba, yang tinggal di hulu sungai Makekal di hutan Bukit Duabelas, Jambi. 

Suatu hari Butet terserang demam malaria di tengah hutan, seorang anak tak dikenal datang menyelamatkannya.

Tekad kuat dari Butet untuk mengajar baca tulis di wilayah pedalaman ini dapat menginspirasi para pendidik maupun masyarakat agar tergerak untuk melakukan hal yang sama. Film ini sukses menjadi film terbaik pada Piala Maya 2013.

Kulari ke Pantai  - 2018

Film karya sutradara Riri Riza ini berkisah tentang Sam (Maisha Kanna), si anak pantai asal Rote Nusa Tenggara Timur, beserta Ibunya, Uci (Marsha Timothy), yang akan melakukan perjalanan darat berdua saja dengan rencana perjalanan Jakarta-Banyuwangi. 

Namun tiba-tiba, sepupu Sam yang bernama Happy ikut serta dalam perjalanan tersebut. Dari perjalanan yang penuh tantangan tersebut Sam dan Happy akhirnya belajar untuk bisa berdamai dan saling menghargai perbedaan.

Film ini mengajarkan para penonton untuk menghargai satu sama lain sehingga dapat tercipta hubungan yang harmonis.

Keluarga Cemara - 2019

Film Keluarga Cemara merupakan salah satu film inspiratif yang cocok ditonton oleh remaja dan keluarga untuk memperingati Hari Film Nasional 2022. 

Film ini adalah film adaptasi dari novel karya Arswendo Atmowiloto. Film keluarga ini mengisahkan sebuah keluarga yang tinggal di Jakarta yang harus menghadapi kenyataan bahwa mereka ditipu salah satu anggota keluarga besar mereka dan harus merelakan harta benda mereka ludes. 

Abah dan keluarga kemudian pindah ke desa di Kabupaten Bogor dan harus beradaptasi dengan segala ketidaknyamanan yang tak pernah dialami sebelumnya. 

Permasalahan datang dan pergi, namun keluarga ini tetap bertahan meskipun masalah selalu menghampiri. Film Keluarga Cemara sarat akan nilai-nilai kekeluargaan, perjuangan, dan kebersamaan.

Baca Juga: Cara Memilih Pusat UTBK 2022 dan Cetak Kartu Peserta, Harus PIlih Lokasi Terdekat

Melukis Pantai - 2021

Film terakhir yang penuh inspiratif adalah Melukis Pantai. Film ini adalah hasil kerjasama antara Pusdatin Kemendikbudristek dan Busan Foundation for International Cooperation serta Korean Foundation for International Cultural Exchange (KOFICE). 

Film ini terinspirasi dari kisah hidup Gol A Gong, seorang penulis dan pegiat literasi, yang telah membuktikan bahwa kekurangan dan keterbatasan bukanlah hambatan. 

Dikisahkan seorang ibu tunggal bernama Indi yang ingin mengajak kedua anaknya Kirana dan Risang “berpelesir” ke berbagai daerah dengan membaca buku-buku koleksi mendiang sang ayah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tiyas Septiana

Terbaru